Friday, 16 May 2014


cover
Judul Asli : Kami Nomi Zo Shiru Sekai
Volume : 7
Pengarang : Tamiki Wakaki, 2008
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2014
Tipe : Komik
Harga : Rp 18500

Sinopsis :
Gadis yang tinggal di sebelah rumah Tenma 10 tahun yang lalu. Memegang posisi "teman masa kecil" yang sangat penting dalam game. Gadis pendiam yang menyimpan rahasia yang sangat besar...

---

Cerita :
Liburan musim panas akhirnya datang! Ini saat yang ditunggu oleh Keima. Menamatkan semua game yang tertunda tentunya. Mumpung Elsea sedang tidak ada di rumah. Setelah membeli game baru sebanyak 50 buah dan persediaan makanan, Keima pulang ke rumah.

"Lagi ada tamu, beri salam dulu". Ternyata tamunya adalah bu Ayukawa yang pernah menjadi tetangganya. Dan anaknya, Tenri Ayukawa, pernah sekelas dengan Keima waktu SD. Cewek berikat rambut 2 dengan pita besar ini hobi mencet-mencet gelembungan (itu loh plastik yang biasanya jadi pengaman barang elektronik).

Hari-hari liburan Keima batal, bahkan belum mulai, saat Elsea pulang membawa hiasan marimo yang dapat gelundung mengejar Keima. Saat Elsea berkenalan dengan Tenri, sensor dikepalanya berbunyi. Disaat yang sama ada iblis lain yang mengejar Tenri.

Esoknya, Keima dan Elsea pergi membeli game yang rusak akibat gempa. Mereka bertemu Tenri  dijalan. Tapi sifatnya aneh. Tenri malah mendorong Keima ke tengah jalan! Tidak hanya itu, saat bertemu di pusat perbelanjaan, Tenri menyiram kopi ke Keima. Saat ditanya kenapa, tiba-tiba sifat Tenri berubah. Seperti orang lain.

Tuesday, 13 May 2014

cover

Judul Asli : Yokai no Oisha San
Volume : 14
Pengarang : Yuki Sato, 2010
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2014
Tipe : Komik
Harga : Rp 18500

Sinopsis :
Moguri adalah Onmyouji terselubung! Bersamaan dengan kemajuan negara, mereka semakin tergeser, sampai saat ini hanya sedikit yang masih bertahan. Mereka masih menerima pekerjaan sebagai pembunuh bayaran den tak pernah tersentuh oleh hukum....

---

Cerita :
Kotoko berhasil dibawa pulang oleh Nurihyon. Jimat dari Kuro berhasil menjaga Kotoko dari serangan hantu, termasuk pikiran kotor Nurihyon. Ditempat lain, Kuro dan Kusushi mencari jamur tertawa untuk menyembuhkan Souta, adik Kusushi. Kuro yang merasakan perasaan aneh pada Kotoko, langsung lari ke rumah Kotoko. Ternyata Kotoko mengalami demam tinggi karena efek dari seringnya dia berurusan dengan hantu. Jamur tertawa pun jadi obat untuk Kotoko.

Nurihyon memberi tahu Kuro siapa yang menyerang Kotoko. Shinigami milik onmyouji. Dan mereka disebut moguri. Onmyouji terselebung, keluarga Kiryu! Meski begitu, Kuro memilih untuk ragu-ragu. Akhirnya Nurihyon maju terlebih dahulu ke keluarga Kiryu.

Souta pergi ke tempat keluarga Kiryu dan bertemu dengan Shuzuki Kiryu. Kemudian Souta melakukan upacar kishiki. Penyatuan kishiki miliknya dan milik para hantu. Lalu menjadi hantu terkuat.
Esoknya, para hantu menyerang sekolah Kotoko dan Kuro. Dengan dibantu Kai'e, Kuro melenyapkan hantu-hantu tersebut. Tapi ternyata itu bukan hantu biasa, melainkan 'kegelapan milik manusia'.


cover
Judul Asli : Poyo Poyo Kansatsu Nikki
Volume : 10
Pengarang : Ru Takuki, 2012
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2014
Tipe : Komik 4-strip
Harga : Rp 18500

Sinopsis :
Suatu hari, Poyo mendapati Moe bersosok pria dan Hide bersosok cewek tomboy..!! Selain Moe dan Hide, Poyo juga melihat yang lainnya bertukar kelamin. Waduh, apa yang terjadi, ya..?

----

Cerita :

  • Mini Poyo menginap di rumah keluarga Sato! Ini pertama kalinya bagi Ayah dan Hide berkenalan dengan Watanabe, pemilik mini Poyo. Poyo sangat gembira bisa bermain dengan keponakan-keponakannya itu. Tapi, menjelang malam, mini Poyo menangis minta pulang. Kenapa ya? '-')?

  • Yaay.. Maki pulang dari Hokkaido. Tsukudani jadi tidak kesepian lagi. Maki datang mengambil Tsukudani di rumah keluarga Sato. Lalu bercerita tentang liburannya disana. Tidak lupa juga membawa oleh-oleh yang mirip dengan Poyo. Apa itu? 'o'

  • Eh eh eeeeeh? Tiba-tiba saja terjadi gempa, dan rumah keluarga Sato kebakaran! Bagaimana ini? Poyo berubah bentuk seperti ikan Halibut gara-gara panik! Untungnya tetangga keluarga Sato baik hati ^-^

Friday, 7 March 2014

Kotak pos belum diisi
Mari kita isi dengan isi-isian
Mba Uut minta huruf apa?

Yang Terakhir

Sore hari,
Seperti biasa, tanah kosong seluas setengah lapangan bola itu dipenuhi anak-anak kampung. Sekitar pukul 4 sore, mereka datang berkumpul seakan ada lonceng tambahan pelajaran. Setelah menyelesaikan tidur siang, para orang tua membiarkan anak mereka berlari menemui kehidupan sosial mereka. Meski terkadang ada juga yang lebih memilih untuk mandi dan duduk manis di depan televisi, atau hanya duduk dipinggir lapangan melihat temannya berlari dan menikmati hembusan angin.

Hari ini sekitar 20 anak berkumpul. Lebih banyak dari biasanya, mengingat besok adalah hari Minggu. Usia mereka tidak cukup jauh. Berkisar 7 hingga 12 tahun. Hal pertama yang mereka lakukan adalah menentukan permainan. Permainan apa yang dapat dimainkan dengan jumlah peserta mencapai 20 orang.

"Kasti" seru anak laki-laki berkaos hitam dengan angka 11 besar dipunggungnya dan celana pendek kotak-kotak.

"Bola!" seru anak laki-laki berbadan besar, dengan kaos ketat tanpa lengan dan celana olahraga. Dipantulkannya bola putih yang dibawanya ke tanah.

"Kucing dan an..." sebelum menyelesaikan kalimatnya, semua anak menggoyangkan tangan mereka ke arahnya. Tidak mau.

"Polisi-polisian?" seorang anak perempuan, mengenakan daster selutut bergambar snoopy, memberi ide dengan ragu-ragu.

Beberapa anak mengeluarkan pendapat. Kesepakatan masih jauh. Beberapa anak perempuan menolak untuk bermain lari-lari. Mereka lebih memilih bermain lompat tali atau pun masak-masakan. Akhirnya tersisa 14 anak.

"Kotak pos gimana?"

Friday, 28 February 2014

Ada ramai-ramai apa?

Aku berdiri di pinggir jalan. Melihat kerumunan para pekerja jalan. Sebuah lubang besar menganga di jalan beraspal itu. Ah lagi-lagi jalan itu rusak. Perbaikan jalan membuat lalu lintas semakin ramai. Buka tutup jalan pun diberlakukan. Seharusnya aku dengan mudah menyeberang, tapi aku malah menanti jalan kosong. Toh masih ada waktu.

Jalan di depan kampus sering rusak. Berapa kali pun diperbaiki, rasanya percuma. Seperti ketok magic. Simsalabim kerusakan hilang, tapi tidak lama. Kerusakan akan muncul lagi di tempat yang sama. Lubang besar itu. Sejak aku pertama masuk kuliah lubang itu sudah ada. Dan ini tahun keempatku kuliah, lubang itu masih ada. Meskipun berkali-kali ditambal.

Dari gosip yang aku dengar, lubang itu ada setelah kampus selesai dibangun. Katanya lubang itu perwujudan dari banyaknya pekerja yang meninggal akibat pembangunan. Semacam meminta tumbal. Antara percaya atau tidak. Tapi selama 4 tahun aku kuliah, sudah 3 orang dari jurusanku yang meninggal di depan kampus. Belum lagi dari jurusan lain. Kelalaian dalam berkendaraan. Biasanya itu yang menjadi alasan.

Perempuan yang Menyukaiku

Aku mikir apa sih.
Setiap kali aku hendak menyeberang, pikiran itu selalu muncul. Ada perasaan takut yang aneh. Tidak, aku tidak percaya sepenuhnya dengan cerita itu. Asal hati-hati itu semua bisa dicegah. Ya, hati-hati.