Friday, 7 June 2013


Suatu siang, saat jam istirahat pembekalan KKN.....

"aku mau makan dulu yaa. Belum sarapan nih" i-chan pergi bersama y-chan, kcms-chan dan htf-chan, meninggalkan aku dan im-chan.

Aku menoleh ke im-chan. "mau jajan apa nih?"

Im-chan berpikir sejenak. "apa ya, bingung. Kamu mau jajan apa?"

"hmm.. gimana kalau ke depan lapangan aja. Disana banyak yang jualankan?" tawarku. Kulihat im-chan mengangguk. Akhirnya kami jalan ke depan lapangan.

Sejujurnya sudah lama tidak jalan lewat daerah ini. Jadi ingat, dulu waktu semester 2, sering jalan bolak-balik bareng i-chan gara-gara gedung untuk kuliahnya ganti.

Kami berdua sampai di depan lapangan. Melewati berbagai macam dagangan. Dan berhenti di tempat jualan cilok-cimol.

"loh i-chan?" aku terkejut melihat i-chan yang sedang makan pempek. Kebetulan tukang pempeknya dekatan dengan tukang cilok-cimol. "loh katanya mau makan"

"lah ini makan" kata i-chan.

"kirain mau makan nasi"

Im-chan menepuk bahuku. "mau pesan apa kamu? aku ciloknya ya mas, 3000"

"aku cimol aja mas, 2500" pesanku.

Kulihat im-chan duduk di salah satu bangku, "ih masa pake setengah-setengah sih" ejeknya.

"yaudah mas, 3000 deh. Puas?" im-chan hanya tertawa.

Mas penjual yang setinggi sama im-chan mulai memasukkan beberapa cimol ke dalam plastik. Dan menanyakan ingin rasa apa kepadaku dengan sikap SKSD.

"keju aja mas" jawabku.

Dua sendok kecil yang beisi bubuk keju dimasukkan ke dalam plastik dan dikocoknya. Setelah bercampur, diikatnya ujung plastik dan diletakkan ke dalam sebuah plastik hitam. Mas penjual kembali mengambil plastik untuk pesanan im-chan.

"ciloknya pedes apa engga mba?" tanya mas penjual, melihat im-chan.

"pedes mas, pedes banget.." im-chan memberi jawaban dengan semangat.

"anu mas, kasih saosnya aja mas" candaku ke mas penjual.

"hahahaha janganlah.. masa makan saos" im-chan tertawa.

I-chan yang sudah selesai makan pempek, berdiri. Nimbrung.

"ke usah dikasih cilok mas, saos aja" i-chan menambahkan.

"apa kamu hah? sini bayarin" ujar im-chan dengan nada memalak ketika melihat i-chan mengambil dompet untuk membayar pempeknya.

"aku bayar pakai cinta yaa~~" kata i-chan ke im-chan dengan bercanda.

"yaudah sana, bayarnya ke mas cimol yaa, PA-KAI CIN-TA" aku buru-buru menambahkan, dan menekankan kata 'pakai cinta'.

Im-chan ikutan mengejek i-chan. Dan kulihat i-chan mulai salah tingkah gara-gara ucapannya sendiri. Aku, im-chan dan yang lain tertawa melihat ekspresi i-chan.

Tuesday, 4 June 2013


Suatu siang..

Aku duduk di baris ke tiga dari depan. Sebelah kiriku, duduk i-chan yang sedang serius mendengarkan kuliah. Sedang fs-chan yang duduk di kananku, sedang sibuk mencatat slide yang diterangkan oleh TC-sensei. Dan aku sendiri, menggigit ujung pulpen sambil mendengar TC-sensei menjelaskan mata kuliah SPPK.

Seperti biasa, TC-sensei mengajar kuliah dengan diselingi candaan. Dan ss-kun yang selalu jadi bahan candaan beliau. Selesai menjelaskan beberapa slide, TC-sensei memandang kami, berharap kami paham dengan yang dijelaskan beliau.

"sae..?" ucap TC-sensei dalam bahasa Jawa, tiba-tiba. Sebagian dari kami yang dari Jawa menjawab 'sae'. "sae nggeh.. gotong" TC-sensei menambahkan.

Ruang kelas seketika tertawa. I-chan yang duduk disebelahku ikut tertawa. Aku yang tidak paham hanya terdiam.

"maksudnya apa?" tanyaku pada I-chan.

I-chan yang masih tertawa, berhenti sejenak untuk menjelaskan. "itu loh, kalau orang meninggal, biasanya sebelum dibawa untuk dikubur, ditanyain dulu sifat-sifatnya. Baik engga? Kalau baik, yaudah digotong, dibawa ke kubur"

Bibirku membentuk huruf O. Kemudian aku tertawa kecil. Ketinggalan.

Kelas kembali sepi. Mendengarkan TC-sensei bercerita. Ya, cerita. Tentang masa lalu TC-sensei. Bukan tentang SPPK.

"makanya saya tuh kadang 'ngejek' biar pada tahan banting, contoh saja ini" TC-sensei menunjuk kakak angkatan yang badannya agak besar, yang sering jadi bahan candaan TC-sensei, "kalau ini udah tahan mau diapa-apain aja"

Kembali, ruang kelas tertawa. Dan TC-sensei kembali melanjutkan ceritanya. Dan kami semua menyimak.

"dulu waktu saya kecil, saya itu penakutnya bukan main. Nah, pas SMA sudah mulai berani. Tiap ada tetangga yang meninggal, saya itu ikut menguburkan jenasahnya. Itu nunggu di lubang. Ya kayak gitu" kenang TC-sensei.

"Waktu itu saya nganterin jenasah om saya ke rumahnya. Om saya itu meninggal kecelakaan. Nganterinnya pakai mobil ambulans, saya sendirian jaga jenasahnya di belakang. Takutkan ya? Siapa tahu jenasahnya bangun gitu" TC-sensei memberi jeda, saat mendengar kami semua tertawa.

"Om bapak kerjanya apa?" tanya SS-kun, kepo.

"Om saya itu kerja di kepolisian" TC-sensei mejawab dan melanjutkan ceritanya, "Dulu makam om saya itu di jaga 7 hari 7 malam. Orang dulu kan percaya kalau tali pocong...."

BRAK. Pintu ruang kelas yang tadinya tertutup rapat, tiba-tiba terbuka. Seakan ada yang mendorong. Kami semua yang ada di dalam kelas terdiam. Memandang pintu yang kini terbuka lebar. Ada rasa takut.

Ruang kelas yang kami pakai terletak dilantai 2. Di depan ruang kelas ada beberapa jendela yang meski dibuka tidak ada angin yang lewat. Pintu ruang kelas saat itu ditutup rapat. Untuk membukanya, tentunya dengan menggunakan gagang pintu.

"waah.." TC-sensei mulai berbicara kembali. Mencairkan suasana yang mendadak horor. TC-sensei mendekati pintu, dan menutupnya. "hahaha wajahnya pucat" TC-sensei menunjuk htf-chan yang kebetulan duduk dekat dengan pintu.

"sudah sudah, kita kembali ke SPPK saja.." TC-sensei kembali melanjutkan menerangkan kuliah hari itu.

Friday, 24 May 2013

Senin malam...

"ada yang lihat motor vixion putih platnomer *** lewat sini ga?" tanya dua orang yang tiba-tiba datang ke sebuah warung tempat aku dan kamu lagi makan malam. Terpancar kepanikan dari wajahnya.

Beberapa orang yang ada di warung itu saling berpandangan. Kemudian menggeleng bersamaan. Mengetahui jawaban dari orang-orang di warung tersebut, mereka merasa putus asa. Setelah menundukkan kepala dan mengucapkan 'terima kasih', mereka berdua pergi. Ketempat kemungkinan motor yang mereka cari berada.

Kamu memandangku. "itu angkatan '12 kan?" tanyamu padaku. Aku mengangguk dengan sedikit ragu. "bukan motor pacarnya hmf-chan?"

Aku kaget. "masa? motornya ilang gitu?"

"kayaknya.. eh ga tau ding, seingatku motornya juga vixion, tapi platnomernya bukan itu" kamu menjelaskan.

"serem yak.. motor ilang gitu. Daerah sini emang rawan" aku menggelengkan kepala karena buruknya keamanan di daerah ini. Mungkin lebih tepatnya kesadaran warga daerah ini.


Aku pulang ke kos. Kulihat pintu kamar ay-chan, penghuni kamar nomor 5, sedikit terbuka. Aku menghampiri kamarnya. Berharap ay-chan yang juga angkatan '12 tahu tentang kejadian itu.

"itu motor siapa yang hilang?" tanyaku.

"aaa itu mba, motornya ****" ceritanya, "hilang di kos dekat lapangan yang kemarin buat main bola. Tau ga mba, itu motornya belum lama, belum ada 1 tahun loh"

Aku mengangguk-angguk mendengar ceritanya. Dan aku juga cerita kalau bertemu an-chan di jalan yang sedang menuju kantor polisi. Ay-chan membenarkan ceritaku. Setelah mendapat sedikit informasi yang jelas, aku berjalan ke kamar. Ah, enaknya punya teman kos yang beda angkatan dan beda prodi.

Tuesday, 21 May 2013



Suatu hari, di kos...

Aku menuang pelembut pakaian ke mesin cuci yang telah terisi air. Mengaduk air tersebut dengan tangan, agar bercampur. Lalu memasukkan beberapa lembar baju yang telah dicuci tadi. Dari jauh, aku melihat ak-chan melambaikan tangan.

"masih lama ga nyucinya?" tanya ak-chan, penghuni sebelah kamarku.

Aku menggeleng. "tinggal ngeringin kok. Mau nyuci ya?"

"iyaaa.. cuciannya numpuk" ujarnya dengan sedikit teriak, "habis kamu, aku yang pake ya mesin cucinya.."

"a-ano ak-chan... tapi airnya ga ngalir.." aku memberitahunya dengan tidak tega. Mencoba memastikan, aku membuka kran yang mengalir ke mesin cuci. Tidak ada air yang keluar setetes pun.

"ha? masaa?" kali ini ak-chan benar-benar teriak, kaget. Dia buru-buru memastikan. Dibukanya kran yang biasa digunakan untuk wudhu. "yaaaaah airnya ga ngalir.. pokoknya kalo airnya ngalir, aku yang pake mesin cucinya.. aku yang pake mesin cucinya" ak-chan mengulangi ucapannya. Berharap teman-teman satu kos dengar.


Beberapa jam kemudian..

Terdengar suara air mengisi mesin cuci. Oh, airnya udah ngalir. Aku membereskan tempat tidur dari setumpukkan kertas dan buku. Kemudian mengambil posisi nyaman untuk tiduran. Tidak lupa mengarahkan kipas angin ke bagian kaki. Tiba-tiba.... pet!

Eh? Kipas angin mati. Suara mesin cuci tidak terdengar. Mati listrik?
"yah yah... listriknya matii" teriak ak-chan kesal. Terdengar dia ngomel-ngomel tidak karuan di belakang. Yah mau bagaimana lagi, daerah kos ini sering banget mati listrik.

"ak-chan.. ak-chan.." aku memanggilnya dari luar kamar. Tidur atau pergi yak?

"ak-chan pergi mba.." tiba-tiba an-chan, penghuni depan kamarku, memberitahu. "dia minggat ke kota sebelah mba, gara-gara disini mati listrik terus, bingung ngerjain tugas katanya"

Benar juga ya.. Akhir-akhir ini krisis air. Ditambah lagi seringnya mati listrik. Rasanya ingin minggat juga.

Friday, 17 May 2013


Kamis sore....

Nanti main ya, gantiin fdp-chan..

Aku yang baru bangun tidur, masih setengah sadar, mencoba membaca sms tersebut dengan teliti. Mengira as-kun salah kirim sms.

Hah? main? fdp-chan kenapa emang?

Dengan cepat, sms berikutnya datang. Dia sakit. Nanti di gor jam tengah 7, oke?

Aku bingung harus menanggapi apa. Akhirnya, yaudah aku mau main..

Bulan ini, kampusku mengadakan pekan olahraga. Acara ini merupakan acara tahunan. Kebetulan angkatanku baru ikut tahun ini. Sepak bola, futsal, bulutangkis, voli, catur, basket. Semua olahraga dikhususkan untuk laki-laki. Berhubung kampus teknik, jumlah perempuan hanya sedikit. Perempuan hanya kebagian futsal dan bulutangkis bagian ganda campuran.

Aduh beban nih. Mengingat ganda campuran yang diwakilin as-kun dan fdp-chan menang pada pertandingan sebelumnya. Aku mencari nomor kamu di contact hape. Dan langsung menelponmu.

"yaa?" jawabmu diujung sana.

"aku disuruh main ganda campuran..." ceritaku dengan tidak yakin, "tadi as-kun sms, ada pertandingan jam tengah 7.."

"yakin mau main?"

Aku terdiam. Permainan bulutangkisku tidak sebagus itu. Pergerakan tubuhku juga tidak seluwes fdp-chan. "iyaah.." jawabku lirih, masih tidak yakin.

"yaudah, nanti aku anter ke sana"

Aku menutup telpon. Bangun dari tidurku. Menarik semua nyawa. Lalu berdiri, menggerakkan badan. Mengayunkan tangan ke sana kemari membayangkan tangan menggenggam sebuah raket. Dengan kaki ikut ke depan belakang, seperti mengejar kok.

Sebuah sms mengagetkanku. Cepat siap-siap, aku jemput sekarang..

Aku kelabakan. Apa yang harus disiapkan?