Showing posts with label daily. Show all posts
Showing posts with label daily. Show all posts

Tuesday, 24 May 2016

Haloooow (ノ°▽°)ノ

Ini post di luar jadwal, di luar kategori, dan di luar kebiasaan _(:3 」∠)_ Kebetulan tadi waktu liat-liat blog orang, aku nemuin 'Comic Reading Challenge 2016'. Apa ini? Jadi... aku melakukan investigasi sejenak...


Huwoooh.. jadi ini semacam lomba(?) me-review komik gitu. Pas banget sama yang aku lakuin selama ini (?) _(:3 」∠)_ kalo ada beginian, jadi ga males update blog, hahaha. Yang mau ikutan bisa langsung ke 'Comic Reading Challenge 2016' aja.

Ini peraturan-nya :

Tuesday, 17 May 2016


Selamat Hari Buku Nasional untuk para penerbit, penulis, dan juga para penikmat buku pembaca ´o`)/



Sempatkan membaca buku yaa...

Tuesday, 29 October 2013


Siang itu..

Aku dan kamu pergi ke sebuah mall terbesar di kota sebelah. Setiap kali ke mall tersebut rasanya masih kurang kalau tidak masuk ke bagian stationery. Banyaknya boneka yang dipajang dan diletakkan dengan rapi membuatku nyaman. Pada dasarnya aku memang menyukai boneka.

Stationery di mall tersebut tidak hanya tentang buku dan peralatan sekolah, berbagai boneka dan mainan untuk anak-anak juga ada. Peralatan olahraga, konsol game, pernak-pernik komputer, dan berbagai macam pajangan tersusun rapi di rak. Aku berjalan mendekati boneka-boneka kecil yang tergantung di sebuah rak. Boneka pisang, nightmare, lumba-lumba, minion dan lain-lain. Aku memegang salah satu boneka paling bawah yang berbentuk beruang. Ada sebuah benda keras di dalamnya. Ah pasti bunyi nih, pikirku.

"lucu nih" kata kamu memegang sebuah boneka lumba-lumba. "eh ada minion tuh" kamu menunjuk boneka minion yang berada di sebelah boneka beruang tadi.

Kecil, bulet, bantet. Aku tertawa kecil melihat boneka minion itu. Aku memegangnya. Baru saja tanganku menyentuh boneka itu, tiba-tiba boneka itu berbunyi. Dengan cepat aku menarik tangan. Kaget. Ih bunyi. Tapi bunyi itu terus terdengar. Sebuah lagu. Aku menoleh ke belakang. Seorang ibu-ibu berdiri memegangi handphone-nya.

"ealah, suara hape ternyata" aku merasa tertipu.

"kenapa?" tanya kamu dengan wajah datar.

"aku kira tadi bunyinya dari boneka minion" aku menjelaskan, "ternyata suara hape. Kaget tau, padahal baru disentuh sedikit bonekanya"

Kamu tertawa. "suaranyakan datang dari belakang. Aneh ih.."

"biariin..." aku manyun dan meninggalkan rak boneka itu.

Tuesday, 22 October 2013


Suatu malam..

Aku dan kamu keluar dari toko kebutuhan rumah. Pompa galon untuk menggantikan milik ak-chan yang kurusak telah kubeli. Ukurannya sedikit lebih kecil dari punya ak-chan sebelumnya. Dan berwarna hijau. Sebenarnya aku mau saja membelikan pompa galon yang sama dengan milikku. Pompa galon yang ada tombol on-off. Tapi saat itu aku hanya membawa uang 50ribu.

Sambil berjalan menuju motor, kamu membaca deretan nama-nama toko sekitar situ.

"kirei na" ujarmu membaca sebuah nama salon kecantikan. Yang berarti 'cantik' dalam bahasa Indonesia.

Mendengarmu menyebutkan kata-kata itu, aku buru-buru membalas. "a-arigato" aku menundukkan kepala. Senyum-senyum sendiri.

Kamu hanya melihatku dengan wajah datar. Seakan memikirkan apa yang kuucapkan.

Kamu lebih dulu sampai ke motor. Memasang kunci, dan membunyikan motor. Memanaskannya, sambil menungguku yang berjalan lambat.

Begitu aku sampai di dekatmu, kamu memasang wajah 'aku tertipu'. "nyesel aku tadi baca nama salon itu" katamu, "aku baru sadar maksudmu"

"hmp... ahahahahaha" aku tertawa puas.

"aku kira kamu lagi baca tulisan yang dibawahnya" kamu memberi alasan, "eh malah... nyesel pokoknya"

Aku menggembungkan pipi. Mengarahkan tangan yang terkepal, dan menempelkannya ke pipimu. Lalu memutar-mutar tangan. "kejaaaam... masa sebegitu menyesalnya bilang kalau aku cantik"

Kamu hanya menjulurkan lidah dan tertawa.

Tuesday, 15 October 2013

Hari Senin, minggu kedua kuliah....
Aku dan kamu berangkat ke kampus lebih cepat dari jadwal kuliah. Menyempatkan diri untuk hadir ke seminar proposal milik uhp-chan. Meski tidak terlalu dekat dengannya, ada rasa semangat untuk hadir ke seminarnya.

Tapi rencana berubah ketika melihat gerombolan mamm-kun. Mereka berencana untuk pergi takziah ke rumah adu-chan. Semalam, ibunda dari adu-chan meninggal. Aku sendiri berencana kesana setelah selesai kuliah bersama i-chan. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku ikut rombongan mamm-kun. Sebelum berangkat, aku mengirim sebuah pesan singkat ke uhp-chan bahwa aku tidak bisa hadir ke seminarnya.

Dirumah adu-chan,
Garasi yang terpisah dari rumah itu penuh dengan kursi untuk tempat tamu yang datang melayat. Aku duduk dibaris ketiga bersama kamu. Melihat yang lain membicarakan hal lain, kamu mulai bercerita.

"kemarin dsh-kun cerita.." kamu menceritakan apa yang dsh-kun bilang padamu. Ada bagian yang membuatmu tertawa kecil dari cerita itu. "waktu itu, at-kun datang bersama na-chan. Disitu juga ada wk-kun. Dsh-kun bilang kalau dia melihat wk-kun megangin dadanya waktu melihat mereka berdua"

Tanganmu memeragakan seperti yang dilakukan wk-kun waktu itu. "padahal itu sudah lama, tapi wk-kun masih merasa sakit dibagian itu waktu melihat mereka" kamu seakan paham rasa sakit yang dialami wk-kun. "sepertinya wk-kun belum bisa melupakannya"

Aku mengangguk. Kamu melihatku sambil bertanya, "pernah merasakan sakit dibagian sini?" Tanganmu menepuk-nepuk dada bagian kiri.

"belum... untuk sekarang belum pernah" aku sedikit menggeleng. Aku sendiri juga ragu apa aku pernah mengalaminya atau belum. Sakit yang timbul karena rasa yang menyesakkan dada.

"aku sudah pernah.."

Pertanyaanku sudah terjawab lebih dahulu sebelum aku menanyakannya padamu. "kapan?"

"hmm.. sebelum sama kamu pokoknya" kamu kembali menyelami masa lalumu. Dan aku tahu apa yang kamu maksud. "terus 1 tahun sama kamu, lancar-lancar aja. Tapi, tahun berikutnya aku merasakannya lagi"

Eh? Aku menatapmu bingung. Aku pernah menyakitimu?

Belum sempat aku menanyakannya padamu, i-chan dan kcms-chan yang duduk di depan kami menoleh.

Tuesday, 2 July 2013


Sabtu pagi...

Lagi-lagi ada jadwal pembekalan KKN. Aku hampir saja lupa kalau ada jadwal itu. Dengan terburu-buru aku berangkat ke LPPM. Tempat pembekalan hari itu berbeda dengan yang pertama. Saking terburu-burunya, aku hampir terpeleset gara-gara lari diatas tanah yang basah. Mengingat ada peringatan untuk mahasiswa yang terlambat tidak boleh masuk.

Di dalam sudah ada seorang yang berdiri memberi penjesalan. Untungnya masih boleh disuruh masuk. Aku duduk sebaris bersama i-chan, kcms-chan dan y-chan. Mendengarkan penjelasan dari seorang yang berdiri di depan.

Suasana yang tenang berubah menjadi ramai ketika bapak yang berdiri di depan, menyuruh kami duduk bersama dengan kelompok yang telah ditentukan. Karena sebagian dari kami masih duduk berdasarkan prodi. Acara pembekalan KKN dimulai dengan sibuk mencari kelompok. Karena dari berbagai prodi dan jurusan, tentunya belum ada yang kenal. Aku hanya mengandalkan handphone untuk mencari mereka.

I-chan sudah menemukan sebagian anggota kelompoknya. Dia keluar dari barisan dan bergabung dengan kelompoknya. Begitu pun y-chan. Yang tersisa hanya aku dan kcms-chan. Yah, kami sepakat untuk duduk dulu ditempat yang tadi sambil mencari kelompok.

"belum ketemu?" tanyaku pada kcms-chan yang masih menghubungi teman kelompoknya.

Kcms-chan menggeleng. "di sms ga ada yang balas"

"hahaha sama.."

Materi pembekalan dimulai. Aku dan kcms-chan sesekali mendengarkan, sesekali ngobrol kemana-mana. Aku tetap mengecek handphone, berharap ada yang membalas sms-ku. Dan benar saja, salah seorang teman kelompokku, rpr-chan, membalas pesanku.
"aku di baris ke 7, paling kiri"
Paling kiri? Kebetulan hanya ada 3 kolom, dan tempat aku duduk berada di tengah. Aku menoleh ke kiri, menghitung baris kursi.

"satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tu...juh"

Eh? Eeeeeh? Ternyata aku juga ada dibaris ke-7. Aku tersenyum ke orang yang duduk di seberangku itu. Sambil melambaikan tangan. Dia ikut tersenyum. Kemudian kami berkenalan.

Aku menoleh ke kcms-chan. Kuharap dia sudah menemukan kelompoknya.

"udah ketemu?" tanyaku.

"udah. Nih ternyata dari tadi di belakangku"

"kelompokku juga ternyata dari tadi di sebelah tuh"

Aku dan kcms-chan tertawa. Orang yang dicari-cari dari tadi ternyata duduk tidak jauh dari kami.

Friday, 21 June 2013


Aku merapikan meja yang ada di kamar kosku. Sedikit berantakan gara-gara kertas yang tidak terpakai menumpuk diatasnya. Belum lagi bingung mau menaruhnya dimana. Karena aku tidak bermaksud untuk membuangnya. Aku punya kebiasaan menyimpan kertas-kertas tidak terpakai begitu.

Cklek. Tiba-tiba pintu kamar yang sedari tadi tertutup, terbuka perlahan. Muncul kepala seseorang dengan rambutnya yang masih basah.

"mbaaa..." panggilnya dengan lirih, ada nada manja dipanggilannya.

Aku menoleh. Melihat raut wajahnya yang sedih bercampur bingung. Gerak-geriknya mengatakan ingin masuk, duduk dan bercerita panjang lebar.

"ada apa?" aku tersenyum melihatnya. Air dirambutnya menetes ke lantai kamarku.

"ada kuliah ga mba?" tanyanya terlebih dahulu, memastikan ceritanya tidak mengganggu jadwal kuliahku.

Aku menggeleng. "nanti jam 1 kok. Sini masuk"

Wajahnya berubah senang. Dia masuk ke dalam kamarku, mengambil posisi duduk diatas kasur. Dan aku duduk diatas karpet.

Dia mulai bercerita panjang lebar. Volume suaranya dibuat sekecil mungkin. Membuatku harus mendekatkan badan agar mendengar suaranya. Aku tahu, ini cerita yang tidak boleh didenger teman-temannya. Jadi teringat semalam, dia mencubitku yang bersuara keras waktu mengetahui dia berbohong.

Jam menunjukkan pukul 10.15. Dia, adik angkatanku, masih saja bercerita. Handuk dipangkuannya, terkadang dipakainya untuk mengeringkan rambut panjangnya yang awut-awutan. Aku sesekali menimpali ceritanya.

"...aku kalo cerita ke mereka tuh, ditanggepin biasa. Malah kadang cuma 'oh'. Ga ngasih solusi..." kata-kata yang cukup menyesakkan hati. Sejak pertama kali dia cerita kepadaku, ada rasa sedih gara-gara aku tidak bisa memberinya solusi. Aku tidak pernah mengalami apa yang dialami dia -apalagi dibidang percintaan. Tapi setidaknya dia sedikit merasa lega karena bebannya terkurangi. Biasanya masalah akan terasa lega kalau disampaikan ke orang.

Dia mengubah jalan cerita. Cerita kini berpusat pada teman-temannya. Seperti dikalangan cewek pada umumnya, teman-teman di kelasnya bergerombol. Sama seperti yang terjadi padaku di awal-awal semester. Dia mengaku kalau dirinya netral dan fleksibel. Di gerombolan manapun dia bisa masuk. Hanya saja, yang netral seperti dia cuma segelintir cewek.

"yang sedih tuh ya mba.. pas kuliah apa ya aku lupa.. itu kan di mipa kuliahnya. Habis kuliah biasanya kan pada dolan kemana gitu. Masa pas itu aku ga diajak coba. Mereka ninggalin aku. Padahal biasanya mereka sms nanya aku dimana.. waktu itu ga ada yang sms.."

Rasanya mirip sesuatu. Aku mengingat-ingat. Terlintas sebuah foto diingatanku. Ah, ternyata ga cuma aku yang mengalami. Foto yang sedang main itu diupload oleh seseorang. Terlihat kalian sedang main di sebuah pantai. Pertanyaanku saat itu, "ini kapan? kok aku ga diajak?". Seharian itu aku merasa tidak pernah ada teman yang mengajakku main. Sekedar mengajak.

"aaah.." teriaknya kencang, "sudah setengah sebelas! Aku ada kuliah.."

Aku melirik jam. Sudah menunjukkan pukul 10.35. Kulihat dia berlari keluar kamar. Tapi tiba-tiba berhenti di pintu. Ntah apa yang disampaikannya, tidak terdengar. Dia menutup setengah pintu kamarku, dan masuk ke kamarnya.

Friday, 7 June 2013


Suatu siang, saat jam istirahat pembekalan KKN.....

"aku mau makan dulu yaa. Belum sarapan nih" i-chan pergi bersama y-chan, kcms-chan dan htf-chan, meninggalkan aku dan im-chan.

Aku menoleh ke im-chan. "mau jajan apa nih?"

Im-chan berpikir sejenak. "apa ya, bingung. Kamu mau jajan apa?"

"hmm.. gimana kalau ke depan lapangan aja. Disana banyak yang jualankan?" tawarku. Kulihat im-chan mengangguk. Akhirnya kami jalan ke depan lapangan.

Sejujurnya sudah lama tidak jalan lewat daerah ini. Jadi ingat, dulu waktu semester 2, sering jalan bolak-balik bareng i-chan gara-gara gedung untuk kuliahnya ganti.

Kami berdua sampai di depan lapangan. Melewati berbagai macam dagangan. Dan berhenti di tempat jualan cilok-cimol.

"loh i-chan?" aku terkejut melihat i-chan yang sedang makan pempek. Kebetulan tukang pempeknya dekatan dengan tukang cilok-cimol. "loh katanya mau makan"

"lah ini makan" kata i-chan.

"kirain mau makan nasi"

Im-chan menepuk bahuku. "mau pesan apa kamu? aku ciloknya ya mas, 3000"

"aku cimol aja mas, 2500" pesanku.

Kulihat im-chan duduk di salah satu bangku, "ih masa pake setengah-setengah sih" ejeknya.

"yaudah mas, 3000 deh. Puas?" im-chan hanya tertawa.

Mas penjual yang setinggi sama im-chan mulai memasukkan beberapa cimol ke dalam plastik. Dan menanyakan ingin rasa apa kepadaku dengan sikap SKSD.

"keju aja mas" jawabku.

Dua sendok kecil yang beisi bubuk keju dimasukkan ke dalam plastik dan dikocoknya. Setelah bercampur, diikatnya ujung plastik dan diletakkan ke dalam sebuah plastik hitam. Mas penjual kembali mengambil plastik untuk pesanan im-chan.

"ciloknya pedes apa engga mba?" tanya mas penjual, melihat im-chan.

"pedes mas, pedes banget.." im-chan memberi jawaban dengan semangat.

"anu mas, kasih saosnya aja mas" candaku ke mas penjual.

"hahahaha janganlah.. masa makan saos" im-chan tertawa.

I-chan yang sudah selesai makan pempek, berdiri. Nimbrung.

"ke usah dikasih cilok mas, saos aja" i-chan menambahkan.

"apa kamu hah? sini bayarin" ujar im-chan dengan nada memalak ketika melihat i-chan mengambil dompet untuk membayar pempeknya.

"aku bayar pakai cinta yaa~~" kata i-chan ke im-chan dengan bercanda.

"yaudah sana, bayarnya ke mas cimol yaa, PA-KAI CIN-TA" aku buru-buru menambahkan, dan menekankan kata 'pakai cinta'.

Im-chan ikutan mengejek i-chan. Dan kulihat i-chan mulai salah tingkah gara-gara ucapannya sendiri. Aku, im-chan dan yang lain tertawa melihat ekspresi i-chan.

Tuesday, 4 June 2013


Suatu siang..

Aku duduk di baris ke tiga dari depan. Sebelah kiriku, duduk i-chan yang sedang serius mendengarkan kuliah. Sedang fs-chan yang duduk di kananku, sedang sibuk mencatat slide yang diterangkan oleh TC-sensei. Dan aku sendiri, menggigit ujung pulpen sambil mendengar TC-sensei menjelaskan mata kuliah SPPK.

Seperti biasa, TC-sensei mengajar kuliah dengan diselingi candaan. Dan ss-kun yang selalu jadi bahan candaan beliau. Selesai menjelaskan beberapa slide, TC-sensei memandang kami, berharap kami paham dengan yang dijelaskan beliau.

"sae..?" ucap TC-sensei dalam bahasa Jawa, tiba-tiba. Sebagian dari kami yang dari Jawa menjawab 'sae'. "sae nggeh.. gotong" TC-sensei menambahkan.

Ruang kelas seketika tertawa. I-chan yang duduk disebelahku ikut tertawa. Aku yang tidak paham hanya terdiam.

"maksudnya apa?" tanyaku pada I-chan.

I-chan yang masih tertawa, berhenti sejenak untuk menjelaskan. "itu loh, kalau orang meninggal, biasanya sebelum dibawa untuk dikubur, ditanyain dulu sifat-sifatnya. Baik engga? Kalau baik, yaudah digotong, dibawa ke kubur"

Bibirku membentuk huruf O. Kemudian aku tertawa kecil. Ketinggalan.

Kelas kembali sepi. Mendengarkan TC-sensei bercerita. Ya, cerita. Tentang masa lalu TC-sensei. Bukan tentang SPPK.

"makanya saya tuh kadang 'ngejek' biar pada tahan banting, contoh saja ini" TC-sensei menunjuk kakak angkatan yang badannya agak besar, yang sering jadi bahan candaan TC-sensei, "kalau ini udah tahan mau diapa-apain aja"

Kembali, ruang kelas tertawa. Dan TC-sensei kembali melanjutkan ceritanya. Dan kami semua menyimak.

"dulu waktu saya kecil, saya itu penakutnya bukan main. Nah, pas SMA sudah mulai berani. Tiap ada tetangga yang meninggal, saya itu ikut menguburkan jenasahnya. Itu nunggu di lubang. Ya kayak gitu" kenang TC-sensei.

"Waktu itu saya nganterin jenasah om saya ke rumahnya. Om saya itu meninggal kecelakaan. Nganterinnya pakai mobil ambulans, saya sendirian jaga jenasahnya di belakang. Takutkan ya? Siapa tahu jenasahnya bangun gitu" TC-sensei memberi jeda, saat mendengar kami semua tertawa.

"Om bapak kerjanya apa?" tanya SS-kun, kepo.

"Om saya itu kerja di kepolisian" TC-sensei mejawab dan melanjutkan ceritanya, "Dulu makam om saya itu di jaga 7 hari 7 malam. Orang dulu kan percaya kalau tali pocong...."

BRAK. Pintu ruang kelas yang tadinya tertutup rapat, tiba-tiba terbuka. Seakan ada yang mendorong. Kami semua yang ada di dalam kelas terdiam. Memandang pintu yang kini terbuka lebar. Ada rasa takut.

Ruang kelas yang kami pakai terletak dilantai 2. Di depan ruang kelas ada beberapa jendela yang meski dibuka tidak ada angin yang lewat. Pintu ruang kelas saat itu ditutup rapat. Untuk membukanya, tentunya dengan menggunakan gagang pintu.

"waah.." TC-sensei mulai berbicara kembali. Mencairkan suasana yang mendadak horor. TC-sensei mendekati pintu, dan menutupnya. "hahaha wajahnya pucat" TC-sensei menunjuk htf-chan yang kebetulan duduk dekat dengan pintu.

"sudah sudah, kita kembali ke SPPK saja.." TC-sensei kembali melanjutkan menerangkan kuliah hari itu.

Friday, 24 May 2013

Senin malam...

"ada yang lihat motor vixion putih platnomer *** lewat sini ga?" tanya dua orang yang tiba-tiba datang ke sebuah warung tempat aku dan kamu lagi makan malam. Terpancar kepanikan dari wajahnya.

Beberapa orang yang ada di warung itu saling berpandangan. Kemudian menggeleng bersamaan. Mengetahui jawaban dari orang-orang di warung tersebut, mereka merasa putus asa. Setelah menundukkan kepala dan mengucapkan 'terima kasih', mereka berdua pergi. Ketempat kemungkinan motor yang mereka cari berada.

Kamu memandangku. "itu angkatan '12 kan?" tanyamu padaku. Aku mengangguk dengan sedikit ragu. "bukan motor pacarnya hmf-chan?"

Aku kaget. "masa? motornya ilang gitu?"

"kayaknya.. eh ga tau ding, seingatku motornya juga vixion, tapi platnomernya bukan itu" kamu menjelaskan.

"serem yak.. motor ilang gitu. Daerah sini emang rawan" aku menggelengkan kepala karena buruknya keamanan di daerah ini. Mungkin lebih tepatnya kesadaran warga daerah ini.


Aku pulang ke kos. Kulihat pintu kamar ay-chan, penghuni kamar nomor 5, sedikit terbuka. Aku menghampiri kamarnya. Berharap ay-chan yang juga angkatan '12 tahu tentang kejadian itu.

"itu motor siapa yang hilang?" tanyaku.

"aaa itu mba, motornya ****" ceritanya, "hilang di kos dekat lapangan yang kemarin buat main bola. Tau ga mba, itu motornya belum lama, belum ada 1 tahun loh"

Aku mengangguk-angguk mendengar ceritanya. Dan aku juga cerita kalau bertemu an-chan di jalan yang sedang menuju kantor polisi. Ay-chan membenarkan ceritaku. Setelah mendapat sedikit informasi yang jelas, aku berjalan ke kamar. Ah, enaknya punya teman kos yang beda angkatan dan beda prodi.

Tuesday, 21 May 2013



Suatu hari, di kos...

Aku menuang pelembut pakaian ke mesin cuci yang telah terisi air. Mengaduk air tersebut dengan tangan, agar bercampur. Lalu memasukkan beberapa lembar baju yang telah dicuci tadi. Dari jauh, aku melihat ak-chan melambaikan tangan.

"masih lama ga nyucinya?" tanya ak-chan, penghuni sebelah kamarku.

Aku menggeleng. "tinggal ngeringin kok. Mau nyuci ya?"

"iyaaa.. cuciannya numpuk" ujarnya dengan sedikit teriak, "habis kamu, aku yang pake ya mesin cucinya.."

"a-ano ak-chan... tapi airnya ga ngalir.." aku memberitahunya dengan tidak tega. Mencoba memastikan, aku membuka kran yang mengalir ke mesin cuci. Tidak ada air yang keluar setetes pun.

"ha? masaa?" kali ini ak-chan benar-benar teriak, kaget. Dia buru-buru memastikan. Dibukanya kran yang biasa digunakan untuk wudhu. "yaaaaah airnya ga ngalir.. pokoknya kalo airnya ngalir, aku yang pake mesin cucinya.. aku yang pake mesin cucinya" ak-chan mengulangi ucapannya. Berharap teman-teman satu kos dengar.


Beberapa jam kemudian..

Terdengar suara air mengisi mesin cuci. Oh, airnya udah ngalir. Aku membereskan tempat tidur dari setumpukkan kertas dan buku. Kemudian mengambil posisi nyaman untuk tiduran. Tidak lupa mengarahkan kipas angin ke bagian kaki. Tiba-tiba.... pet!

Eh? Kipas angin mati. Suara mesin cuci tidak terdengar. Mati listrik?
"yah yah... listriknya matii" teriak ak-chan kesal. Terdengar dia ngomel-ngomel tidak karuan di belakang. Yah mau bagaimana lagi, daerah kos ini sering banget mati listrik.

"ak-chan.. ak-chan.." aku memanggilnya dari luar kamar. Tidur atau pergi yak?

"ak-chan pergi mba.." tiba-tiba an-chan, penghuni depan kamarku, memberitahu. "dia minggat ke kota sebelah mba, gara-gara disini mati listrik terus, bingung ngerjain tugas katanya"

Benar juga ya.. Akhir-akhir ini krisis air. Ditambah lagi seringnya mati listrik. Rasanya ingin minggat juga.

Friday, 17 May 2013


Kamis sore....

Nanti main ya, gantiin fdp-chan..

Aku yang baru bangun tidur, masih setengah sadar, mencoba membaca sms tersebut dengan teliti. Mengira as-kun salah kirim sms.

Hah? main? fdp-chan kenapa emang?

Dengan cepat, sms berikutnya datang. Dia sakit. Nanti di gor jam tengah 7, oke?

Aku bingung harus menanggapi apa. Akhirnya, yaudah aku mau main..

Bulan ini, kampusku mengadakan pekan olahraga. Acara ini merupakan acara tahunan. Kebetulan angkatanku baru ikut tahun ini. Sepak bola, futsal, bulutangkis, voli, catur, basket. Semua olahraga dikhususkan untuk laki-laki. Berhubung kampus teknik, jumlah perempuan hanya sedikit. Perempuan hanya kebagian futsal dan bulutangkis bagian ganda campuran.

Aduh beban nih. Mengingat ganda campuran yang diwakilin as-kun dan fdp-chan menang pada pertandingan sebelumnya. Aku mencari nomor kamu di contact hape. Dan langsung menelponmu.

"yaa?" jawabmu diujung sana.

"aku disuruh main ganda campuran..." ceritaku dengan tidak yakin, "tadi as-kun sms, ada pertandingan jam tengah 7.."

"yakin mau main?"

Aku terdiam. Permainan bulutangkisku tidak sebagus itu. Pergerakan tubuhku juga tidak seluwes fdp-chan. "iyaah.." jawabku lirih, masih tidak yakin.

"yaudah, nanti aku anter ke sana"

Aku menutup telpon. Bangun dari tidurku. Menarik semua nyawa. Lalu berdiri, menggerakkan badan. Mengayunkan tangan ke sana kemari membayangkan tangan menggenggam sebuah raket. Dengan kaki ikut ke depan belakang, seperti mengejar kok.

Sebuah sms mengagetkanku. Cepat siap-siap, aku jemput sekarang..

Aku kelabakan. Apa yang harus disiapkan?

Friday, 26 April 2013


Suatu sore, di area parkir sebuah bank...

Kamu keluar dari sebuah mesin atm. Kulihat tanganmu masih sibuk mengatur isi dompet hitam itu. Kemudian kamu menuju kearahku yang sedang duduk menunggumu di atas motor.

Aku turun dari motor, mengira kamu akan mengajakku pulang. Tapi ternyata kamu malah duduk dibagian belakang.

Aku mengambil kantong kresek berisi jajan di dalam tasku. "molen yang tadi.." aku menyerahkan plastik berisi 2 buah molen.

Kamu menerimanya dan mengamati kedua molen tersebut. "punyaku yang mana ya?" kamu bingung melihatnya. Kedua molen itu memiliki rasa berbeda. Coklat dan nanas.

Aku ikut mengamati, "yang ada item-itemnya deh.."

Kamu mengambil salah satu molen tersebut. Sebelum dimakan, kamu memeriksa isinya. Setelah yakin molen itu rasa coklat, kamu memakannya. Dan molen yang satunya, kamu jejelin ke aku.

"kumismu..." tiba-tiba kamu berkomentar gara-gara melihat mulutku yang bergerak-gerak mengunyah molen, "tambah panjang deh"

Mendengar hal itu aku secara spontan menutupi mulutku. Ya, aku salah satu perempuan yang memiliki bulu halus diatas bibir. Dan bulu itu semakin panjang. Tapi ini berbeda dengan kumis milik lelaki.

"biar aja.." aku sedikit ngambek. Tanpa sadar aku mengelus bulu yang tumbuh diatas bibirku itu.

"kayak om-om loh.." ujarmu sambil tertawa kecil.

"aaaaa nakal.." aku memukul-mukul lenganmu, tidak terima dikatai seperti itu, "nakal nakal nakal"

Kamu masih memasang wajah geli. "udah udah, ayo pulang, udah sore"

Tuesday, 23 April 2013


"pengeen makan mie..." rengekku ke kakak laki-lakiku.

Kakak laki-lakiku menarik pipiku, "tadi ga bilang. Padahal aku baru aja keluar"

"lah kamu ga bilang kalo mau keluar" aku cemberut, "lapaaar..."

"yaudah nih uang, kamu beli sendiri" kakak laki-lakiku memberiku selembar uang 5000-an dan 2 buah uang 500-an.


Akhirnya aku ke indomaret dengan berbekal uang 6000 rupiah. Beli popmie dan 2 bungkus mie instan goreng. Kemudian jalan dengan santai ke kasir. Karena aku tahu belanjaan ini tidak sampai 6000 rupiah.

"semuanya 6100 rupiah mba" penjaga kasir membacakan nominal yang ada dikomputer.

"eh? HEE?" aku yang sudah mengeluarkan uang 6000 hanya bisa terkejut.

Penjaga kasir kaget mendengarku sedikit berteriak.

"ku-kurang 100 embaa" aku memasang wajah bingung, "yang ini ga usah aja deh"

Kemudian datang seorang penjaga kasir lain. Dia memasukkan semua belanjaanku ke kantong plastik. "udah gapapa mbaa" dia menyerahkan belanjaanku.

"ma-makasih..." aku sedikit membungkuk.


"oongeeekk..." ejek kakak laki-lakiku.

Aku hanya manyun. "harusnya tuh ga sampe 6000 tau harganya. Ini popmie, dilabel harganya tuh 2900, nah mie yang ini satunya tuh 1450 dilabel. Tapi begitu dikasir tuh harganya jadi 1550 cobaa"

"trus struknya mana?" tanya kakak laki-lakiku.

Aku menggeleng, "ga dikasih..."

"woo dasar ongek.. makanya diliat yang benar tuh label harganya..." lagi-lagi kakak laki-lakiku mengejek, "yaudah sana, itu popmienya dibuat. Katanya lapar"

Friday, 19 April 2013


Siang itu...

Sambil duduk menunggu dosen, aku mengipasi wajahku yang mengeluarkan keringat. Kuliah tambahan di siang hari seperti ini sangat tidak efektif.

"kamu tadi bareng ps-kun?" tanya i-chan.

Aku mengangguk, "iya, akukan dari rumah"

"oalah, pantesan.."

Tiba-tiba uhp-chan yang duduk dimeja dosen berdiri, memberitahu bahwa kuliah siang itu tidak jadi. Kami semua saling berpandangan, kemudian meracau.

"ps-kun ayoo pulaaang..." teriakku.

Ketika aku bertemu dengan ps-kun, dia sudah digandeng sama uhp-chan.

"aku anter kekos yak" ujar ps-kun.

"eh? aku ga mau kekos, aku mau kerumah" aku menjelaskan.

"lah, aku mau kesana ama ps-kun" potong uhp-chan, "mm.. kamu ama if-kun aja yak pulang kerumahnya... daahh"

"eh? HEEEEEE??" aku melihat uhp-chan membawa pergi ps-kun.

Aku mulai kebingungan.

"kenapa?" sapa dk-chan.

"anterin pulaaang.." mewekku, "ps-kun diambil uhp-chan"

"ha? kok bisa sih?" dk-chan terkejut, "kejauhan kalo nganter kamu pulang kerumah. Aku anter ke tempat koi-mu aja yak"

Aku mengangguk.

Selama perjalanan, dk-chan terus cerita dengan emosi. Aku hanya bisa menepuk bahunya untuk sabar.

"makasih yak" kulihat dk-chan tersenyum dan pamit pergi.

Aku berjalan masuk ke kos koi.

"assalamualaikum.." teriakku. Kebetulan semua penghuni kos itu lagi berkumpul. Mereka kaget, dan melihatku.

"anterin pulaaaang" pintaku dengan mewek, "ps-kun diambil uhp-chan"

Friday, 5 April 2013


Aku mengambil beberapa buku dari lemari. Tiba-tiba beberapa kapur barus jatuh dari atas buku. Aku menepuk dahi. Aku lupa kalau menaruh kapur barus diatas situ. Kemudian kapur barus tersebut aku ambil dan meletakkannya di dalam lemari.

Buku-buku tadi aku bawa ke kamar. Membacanya satu per satu. Sampai akhirannya jam makan malam datang.

"ada ayam serundeng" ujar si mbok memberitahu.

Aku mengangguk. Mengambil nasi dan sepotong ayam bagian paha. Lalu duduk manis di depan tivi.

"ada lauk apa?" tanya kakak laki-lakiku.

"ayam nih.." aku menunjukan ayam yang aku ambil.

Dia hanya mengangguk.

Makan ayam pakai sendok memang cukup sulit. Akhirnya tanganku ikut ambil alih. Aku memegang ayam dan sesekali mengemut tulangnya. Bekas bumbu ayam menempel dijari. Tanpa sadar aku emut jari-jari itu.

Setelah menaruh piring di wastafel dan cuci tangan, tiba-tiba perutku terasa sakit.

"astagfirullah, tadi pegang kapur barus, belum cuci tangan" aku memegang perut yang terasa melilit, "haha setelah tomat, masa keracunan kapur barus?"

Aku lari ke kamar mandi.

Tuesday, 2 April 2013


Malam hari...

Semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga. Ngobrol kesana-kemari hingga akhirnya topik pembicaraan menjadi nasi kucing.

"aku baru sekali makan nasi kucing" aku memberitahu, "kemarin pas kerja praktik, nyoba makan itu"

Kakak laki-lakiku tertawa. "padahal di dekat rumah banyak, masa baru makan?"

Aku mengangguk, "iya loh.. porsinya dikit ternyata. Padahal cuma segitu, ditambah telor puyuh yang ditusuk-tusuk itu aja udah kenyang. Kayak dijampi-jampi"

Kakak laki-lakiku heran, "mananya yang kenyang. Dulu tiap tengah malam, selalu diajakin ama ini -nunjuk kearah om- makan nasi kucing di pasar wage. Satu orang tuh makan 5 bungkus, trus bakwannya tuh 20 buah"

"ha?" aku melongo, "itu kelaparan?"

"emang ga kenyang tau.. apalagi bakwannya kan anget. Kapan-kapan aku ajak kesana deh"

Friday, 22 March 2013


Tukang Pecel
Dirumah ibu..
ibu : cepet selesaikan kuliahmu, trus kerja
kakak : iya bu..
ibu : mau kerja apa?
kakak : aku mau buka warung nasi pecel
ibu : kenapa?
kakak : lah disana (kota tempat kuliah) ga ada yang jual nasi pecel!

Nginep Gratis
Ketika menunggu traffic light..
kakak : aku mau ambil S2 ah nanti kalo udah lulus
aku : mo ambil apa?
kakak : bagian bisnis pokoknya
aku : he? kenapa? kan beda ama S1-nya..
kakak : biar bisa nginep gratis disitu (sambil nunjuk hotel aston yang baru jadi)

Friday, 15 March 2013


Suatu pagi....

Aku mengelilingi dapur dan ruang makan mencari makanan. Saat itu aku rasanya seperti zombie kelaparan. Tapi tidak ada apa-apa disana. Diatas meja makan pun hanya ada mangkok berisi sambal terasi tadi malam. Haahh inikan udah jam 10, kenapa ga ada sarapaan?

"mbok, ada jajan?" aku memasang wajah melas. Kulihat si mbok geleng-geleng sambil terus melanjutkan masak.

"bentar, sopnya belum matang" si mbok menambahkan.

Haahh.. Aku berjalan mendekati kulkas. "dikulkas ada apa yak? Halah kosong jugaa.."

Didalam kulkas hanya ada persediaan tahu-tempe, telur yang berjejer rapi, botol-botol air, dan beberapa sayuran kecil.

"hee? ada tomaat..." aku mengambil palstik berisi 2 buah tomat, "mbok ini boleh aku makan?"

Si mbok melirik. "itu punya mamah.."

"yahh pengen makan ini.." aku mengembalikan tomat itu ke kulkas.

"makan aja mbaaa.." teriak sepupuku yang berumur 4 tahun, "nanti aku yang bilang ke mamah"

Aku melebarkan senyum. "asiiik.."

Aku duduk di depan tivi sambil memegang tomat. Masih agak keras. Dibagian atasnya masih ada warna hijau. Gapapa mungkin, pikirku.

Aku mulai memakannya dari bagian bawah yang sudah berwarna merah. Dingin, manis dan ada rasa kecutnya. "uugh enaaaak..."

Ketika memakan bagian atasnya, aku merasa sedikit aneh. Rasanya berbeda dengan yang pertama kali aku gigit. Mungkin karena warnanya masih agak hijau. Semakin aku kunyah, semakin aneh. Aku lepeh aja apa yak? Tapi akhirnya aku telan karena merasa mubasir.

"loh.." aku memegang kepala. Seketika kepalaku serasa berputar, berat. Rasanya sakit sekali. Tidak hanya itu, tiba-tiba dadaku terasa sesak. Sempit. Untuk bernapas pun rasanya sulit.

"ke-kenapa ini?" aku memegang pinggiran kursi, "masa gara-gara tomat tadi.."

Kemudian aku teringat sesuatu. Aku pernah baca kalau tomat salah satu buah yang memiliki racun.
tomat mengandung atropin dan solanin dari golongan gikoalkoloid, yang terdapat pada tomat muda, rasanya pahit. gejala-gejala yang disebabkan antara lain perdarahan akut disaluran akut, letih, sulit bernapas, menggigil, sakit kepala, kelumpuhan bahkan kematian.
"aku..... keracunan... aku bakal.. mati... ??" pikiranku kemana-mana.

"hei.. kamu kenapa?" kakakku memandangku dengan heran.

"keracunan... tomat"

Friday, 8 March 2013


Siang itu..
Setelah suapan terakhir, aku meletakkan sendok diatas piring bercorak bunga. Melap bibir dengan tissu. Dan mengambil segelas air putih. Aku melihatmu yang masih berusaha menghabiskan makan siangmu.

"pedes banget sambelnya" kamu berkomentar sambil menuang air di gelas. Lalu dengan cepat gelas itu menjadi kosong. Aku tertawa kecil melihat ekspresi wajahmu yang kepedasan.

"nih.." kamu menyerahkan dompet, "bayar deh.."

Aku mengangguk. Mengambil beberapa lembar uang setelah memperkirakan berapa yang harus dibayar. Aku tidak langsung mengembalikan dompetmu. Menggeledah isi dompet seorang cowok.

"kok ga ada fotoku?" tanyaku. Yang kutahu beberapa orang memasang foto pasangannya di dalam dompet.

"lah ngapain. Kan dihape juga ada" kamu mengeluarkan hape dan memperlihatkan wallpaper yang terpajang. Fotoku.

Aku masih tidak menyerah. "kan biasanya pada masang foto ceweknya di dompet.."

Kamu menggaruk kepala, "kurang kerjaan ah.. lagian dihape juga ada fotomu. Sekarang kamu pilih, mau di dompet yang ditaruhnya di belakang trus diduduki, ato di hape yang di depan dan selalu ditangan?"

Aku diam, memasang wajah cemberut. Kamu menjulurkan lidah merasa menang.

"buuuu... curaaang" aku memukul-mukul punggungmu.

Kamu hanya tertawa, "udah sana bayar deh.."